Just another WordPress.com site

BAB I

PENDAHULUAN

 

I.1   Latar Belakang

Dengan disertai perawatan pasca operasi jangka panjang yang baik, beberapa penelitian yang sudah dilakukan dapat menunjukan bahwa hasil operasi cukup baik, dengan disertai hilangnya peradangan, stabilitas dari tingginya perlekatan, bahkan lebih sering ke koronal dan adanya deposit tulang yang baru pada daerah cacat tulang. (Rosling, dkk. 1976. Lyndhe dan Nyman, 1984).

 

I.2   Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain adalah :

Untuk mengetahui beberapa cara perawatan pasca dilakukannya bedah periodontal untuk menghilangkan infeksi, penyakit yang sudah ada serta mencegah terjadinya keluhan-keluhan pasca bedah.

Untuk mengetahui gambaran pasca bedah periodontal.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai masalah penanganan komplikasi yang terjadi setelah dilakukannya bedah periodontal.

 

BAB II

 

II.1 Perawatan Pasca Bedah Periodontal

Untuk 3 jam pertama setelah operasi, hindari makanan yang panas untuk membiarkan  pack agar bisa mengeras, kurang lebih selama 24 jam pertama. Pasien dapat makan apapun, tetapi cobalah untuk mengunyah di daerah yang tidak dilakukan tindak operasi. Lebih disarankan untuk memakan makanan yang lembut tidak terlalu padat untuk dikunyah, seperti bubur. Hindari makanan yang sangat pedas, dan minuman beralkohol, karena akan menimbulkan rasa sakit.

Tidak diperbolehkan untuk merokok. Panas dan asap rokok akan mengiritasi gusi, dan efek imunologi dari nikotin akan menghambat penyembuhan dan mencegah tercapainya keberhasilan dari prosedur yang dilakukan. Mungkin dengan hal ini dapat digunakan kesempatan, untuk berhenti merokok. Selain semua risiko kesehatan lainnya, perokok memiliki penyakit gusi lebih banyak daripada yang bukan perokok.

Jangan sikat pack. Sikat dan floss (benang)  pada daerah mulut yang tidak tertutup oleh pack, seperti biasa dilakukan. Gunakan chlorhexidine (Peridex, PerioGard) untuk berkumur-kumur setelah menyikat (sebagaimana resep dokter yang diberikan).

Selama hari pertama, gunakanlah es secara perlahan di atas wajah daerah yang dioperasi. Selain itu mengisap butiran  es secara perlahan selama 24 jam pertama, hal ini dapat bermanfaat. Metode ini akan membuat semua jaringan terasa dingin dan mengurangi inflamasi serta pembengkakan.

v  Pasien mungkin mengalami perasaan sedikit lemah atau kedinginan selama 24 jam pertama. Sebaiknya ini tidak menyebabkan kegelisahan atau khawatir tetapi sebaiknya pasien harus memberitahukannya pada kunjungan berikutnya. Pasien dapat mengikuti kegiatan rutinnya sehari-hari, tetapi hindari dari pekerjaan yang berlebihan jenis apa pun. Golf, tenis, ski, bowling, berenang, atau berjemur harus ditunda selama beberapa hari setelah operasi.

Bengkak yang tidak biasa, terutama pada daerah-daerah yang dilakukan tindakan pembedahan yang luas. Pembengkakan biasanya dimulai 1 sampai 2 hari setelah operasi dan secara berangsur-angsur mereda (pulih) di hari ke 3 atau ke 4. Jika hal ini terjadi, kompres dengan menggunakan air hangat diatas daerah yang dioperasi. Jika pembengkakan semakin menyakitkan atau menjadi lebih buruk, segera untuk menghubungi dokter gigi.

Adakalanya, mungkin terlihat darah di dalam air liur (saliva) untuk 4 atau 5 jam pertama setelah dilakukan operasi. Hal ini biasa terjadi dan akan memperbaiki dengan sendirinya. Jika ada perdarahan yang cukup besar di luar ini, ambil sepotong kasa, bentuk ke dalam bentuk U, tahan dengan jari jempol dan telunjuk, menerapkannya ke kedua sisi pack, lalu ditahan di bawah tekanan selama 20 menit . Jangan mengangkatnya sebelum 20 menit. Jika perdarahan tidak berhenti setelah 20 menit, hubungi dokter gigi. Jangan mencoba untuk menghentikan perdarahan dengan cara berkumur-kumur.

Setelah pack dilepaskan, gusi kemungkinan sangat besar, akan mengeluarkan darah lebih daripada sebelum operasi. Hal ini masih dalam keadaan normal pada tahap awal penyembuhan dan secara bertahap akan mereda (pulih). Karena itu janganlah berhenti untuk pembersihan rongga mulut.

II.2 Instruksi Pasca Operasi Dan Komplikasi Pasca Bedah Periodontal

Setelah pack ditempatkan, cetak instruksi kemudian berikan kepada pasien untuk dibaca sebelum dia meninggalkan kursi.

Minggu Pertama pasca operasi

Sebagaimana bedah periodontal dilakukan, tidak menimbulkan masalah yang serius pasca operasi. Sebaiknya memberitahukan pasien untuk segera berkumur dengan chlorhexidine glukonat 0,12% (Peridex, PerioGard) setelah tindakan bedah dilakukan dan setelah itu dua kali sehari sampai teknik kontrol plak normal dapat dilanjutkan.

 

Komplikasi-komplikasi berikut ini yang mungkin akan timbul pada minggu pertama pasca operasi :

  1. Perdarahan secara terus-menerus setelah operasi. Pack dilepas, di lokasi titik perdarahan, dan perdarahan itu dapat dihentikan dengan tekanan, bedah elektro (electrosurgery), atau kauteri elektro (electrocautery). Setelah perdarahan dihentikan, daerah ini dipack kembali.
  2. Sensitivitas terhadap perkusi. Perluasan dari peradangan sampai ligamentum periodontal dapat menyebabkan kepekaan terhadap perkusi. Pasien harus ditanya mengenai kemajuan dari gejalanya. Pack harus dibuka dan gingiva diperiksa untuk daerah yang melokalisir infeksi atau iritasi, yang mana harus dibersihkan atau di insisi untuk drainase. Partikel pada kalkulus yang mungkin telah diabaikan, harus dihilangkan. Menghilangkan oklusi biasanya dapat membantu. Sensitivitas terhadap perkusi juga dapat disebabkan oleh pack yang berlebihan. Mengurangi kelebihan biasanya dapat memperbaiki kondisi.
  3. Pembengkakan. Dalam 2 hari pertama pasca operasi, beberapa pasien dapat melaporkan adanya pembengkakan yang menyakitkan pada pipi di daerah bedah. Pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi, dan suhu tubuh mungkin sedikit meningkat. Pada daerah operasi sendiri biasanya tidak terdapat gejala. Jika terjadi reaksi inflamasi, umumnya dapat mereda pada hari keempat pasca operasi, tanpa mengharuskan pelepasan pack. Jika pembengkakan berlanjut dan menjadi lebih buruk, atau dengan nyeri yang meningkat, berikan amoksisilin (500 mg) setiap 8 jam selama 1 minggu, dan pasien juga harus diinstruksikan untuk kompres air hangat secara intermiten, pada daerah tersebut. Antibiotik juga harus  digunakan sebagai tindakan pencegahan setelah tindakan yang berikutnya, dimulai sebelum pengangkatan bedah.
  4. Merasa lemah. Kadang-kadang, pasien melaporkan ke dokter mengalami “tidak berdaya,” merasa lemah selama sekitar 24 jam setelah operasi. Ini merupakan reaksi sistemik bakteremia transien yang disebabkan oleh tindakan operasi. Reaksi ini dapat dicegah dengan premedikasi amoksisilin (500 mg) setiap 8 jam, mulai 24 jam sebelum prosedur berikutnya dan terus menerus selama 5 hari pasca operasi.

Pelepasan Pack dan Kunjungan Kembali

Ketika pasien kembali setelah 1 minggu, pack periodontal diambil dengan memasukkan alat bedah hoe  di sepanjang margin kemudian melakukan tekanan di bagian lateral. Bagian-bagian interproksimal dari pack ditahan dan bagian yang menempel pada permukaan gigi dihilangkan dengan scaler. Mungkin disekeliling bagian permukaan diratakan dan harus secara hati-hati dengan menggunakan tang halus.  Seluruh daerah dibilas dengan berkumur-kumur cairan peroksida untuk menghilangkan debris di permukaan.

 

Temuan pada saat pelepasan pack. Berikut ini adalah temuan yang biasa ketika pack yang akan dilepas:

Jika kalkulus berwarna merah yang berbentuk seperti tonjolan jaringan granulasi belum sepenuhnya dihilangkan, maka jaringan granulasi tersebut harus dihilangkan dengan kuret, sehingga kalkulus itu dapat dihilangkan dan akar dapat segera dilakukan tindakan berikutnya. Pengkuretan jaringan granulasi tanpa pengangkatan kalkulus dapat menyebabkan rekuren.

Setelah operasi flap, mungkin daerah tempat operasi tersebut mudah berdarah ketika disentuh sehingga daerah itu tidak boleh diganggu.

Mukosa bagian fasial dan lingual ditutupi dengan lapisan granular dari sisa-sisa makanan yang telah masuk di bawah pack. Hal ini mudah dihilangkan dengan cotton pellet (bulatan kapas) yang basah. Tetapi pada permukaan akar mungkin sensitif terhadap perubahan suhu dari cotton pellet itu.

Setiap bagian kalkulus yang sudah dilakukan tindakan penyembuhan, namun  kesembuhannya lebih dari waktu normal, maka permukaan akarnya harus diperiksa ulang secara visual untuk memastikan bahwa tidak ada kalkulus. Hal ini dilakukan karena terkadang warna kalkulus ini mirip dengan yang akar.

 

Repacking. Setelah pack akan dilepas, biasanya tidak diperlukan untuk penggantian pack. Namun, repacking disarankan untuk pasien dengan keadaan:

(1)   Ambang nyeri rendah menyebabkan ketidaknyamanan pasien ketika pack akan dibuang,

(2)   Keterlibatan jaringan periodontal secara luas, atau

(3)   Penyembuhan yang lambat.

Mobilitas gigi. Mobilitas gigi akan meningkat segera setelah operasi, tetapi akan menurun pada praperawatan minggu keempat.

 

Prosedur Perawatan Mulut

Perawatan mulut oleh pasien antara perawatan yang pertama dan daerah yang terakhir, serta setelah operasi selesai, sangat penting. Langkah-langkah ini harus dimulai setelah pack dilepas dari operasi pertama.

Tidak boleh menyikat kuat selama minggu pertama setelah pack dibuka. Namun, pasien diberitahukan bahwa akumulasi plak dan makanan mengganggu penyembuhan dan disarankan untuk mencoba menjaga daerah operasi sebersih mungkin dengan menggunakan sikat gigi yang lembut. Berkumur dengan obat kumur chlorhexidine atau diindikasikan aplikasi topikal dengan aplikator yang berujung kapas untuk beberapa minggu pertama pasca operasi, terutama dalam kasus-kasus lanjutan.

Pasien harus diberitahu bahwa (1) perdarahan gingiva kemungkinan akan terjadi lebih banyak dari sebelum dilakukan tindakan operasi, (2) perdarahan ini adalah normal dan akan mereda seiring berlangsungnya waktu penyembuhan, dan (3) mengikuti kebersihan mulut yang baik dan benar.

 

Mengendalikan Nyeri Pasca Operasi

Sumber nyeri pasca operasi biasanya adalah dari pemanjangan pack yang berlebih ke jaringan lunak periodontal. Kelebihan pack menyebabkan daerah lokal mengalami edema, biasanya terlihat 1 sampai 2 hari setelah operasi. Pembuangan kelebihan pack diputuskan  dalam waktu sekitar 24 jam. Luas dan kontak yang berlebih terlalu lama dan kekeringan tulang juga menyebabkan sakit parah.

Untuk pasien yang keadaannya sangat baik, dosis ibuprofen sebelum operasi (600-800 mg), dilanjutkan oleh  satu tablet setiap 8 jam selama 24 sampai 48 jam sangat efektif dalam mengurangi rasa tidak nyaman setelah perawatan periodontal. Pasien disarankan untuk terus meminum ibuprofen atau acetaminophen jika diperlukan setelahnya. Jika sakit berlanjut, dapat ditambahkan resep acetaminophen codeine (Tylenol # 3).

Harus diperhatikan dalam menentukan atau memberikan ibuprofen untuk pasien dengan hipertensi terkontrol oleh obat karena dapat mengganggu efektivitas obat.

Ketika nyeri pasca operasi timbul, pasien dikategorikan dalam keadaan darurat. Daerah ini harus di anestesi oleh infiltrasi atau topikal, kemudian pack dibuka, dan luka diperiksa. Nyeri pasca operasi yang berhubungan dengan infeksi disertai dengan limfadenopati lokal diikuti dengan peningkatan suhu. Hal ini harus ditangani dengan antibiotik sistemik dan analgesik.

 

Perawatan Akar Sensitif

Hipersensitivitas pada akar adalah masalah yang relatif umum dalam perawatan periodontal. Hal itu dapat terjadi secara spontan ketika akar menjadi terbuka sebagai akibat dari resesi gingiva atau pembentukan poket, atau mungkin muncul setelah dilakukan scaling dan root planing serta tindakan bedah. Hal ini diwujudkan sebagai nyeri yang disebabkan oleh suhu dingin atau panas yang berlebih. oleh buah jeruk atau permen, atau oleh kontak dengan sikat gigi atau dental instrumen.

Sensitivitas akar lebih sering terjadi di daerah serviks dari akar, di mana sementum ini sangat tipis. Prosedur scaling dan root planing dapat mengikis sementum tipis, sehingga mendorong hipersensitivitas.

Transmisi rangsangan dari permukaan dentin ke ujung saraf yang terletak di pulpa gigi atau di daerah pulpa dari dentin, hasil dari proses odontoblastic atau dari mekanisme hidrodinamika (perpindahan cairan dentin). Proses terakhir akan menjelaskan pentingnya mengkilapkan desensitisasi untuk menutup tubulus dentin.

Salah satu faktor penting untuk mengurangi atau menghilangkan hipersensitivitas adalah kontrol plak. Namun, hipersensitivitas dapat mencegah kontrol plak.

Desensitisasi Agen. Evaluasi klinis dari banyak agen adalah sulit karena (1) sulitnya dalam mengukur dan membandingkan nyeri antara orang yang berbeda-beda, (2) hipersensitivitas hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu, dan (3) agen desensitizing biasanya memakan waktu beberapa minggu untuk bereaksi.

Pasien harus diberitahu tentang kemungkinan hipersensitivitas akar sebelum perawatan dilakukan. Informasi berikut tentang cara mengatasi masalah ini, harus diberikan kepada pasien adalah :

(1)   Hipersensitivitas muncul sebagai akibat dari pembukaan dentin yang tak bisa dihindari, jika kalkulus, plak dan produknya tertimbun di akar, maka harus dilakukan root planing.

(2)   Hipersensitivitas perlahan-lahan akan hilang selama beberapa minggu.

(3)   Kontrol plak penting bagi pengurangan hipersensitivitas.

(4)   Agen desensitisasi tidak memberikan keringanan langsung tetapi harus digunakan selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan hasilnya.

Desensitizing agen dapat diterapkan oleh pasien di rumah atau oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi. Mekanisme tindakan yang paling mungkin adalah pengurangan diameter tubulus dentin sehingga membatasi perpindahan cairan di dalamnya. Menurut Trowbridge dan Silver, “Hal ini dapat dicapai dengan (1) pembentukan lapisan smear yang dihasilkan oleh polesan permukaan yang terbuka. (2) aplikasi topikal untuk membentuk lapisan tak larut di dalam tubulus, (3) impregnasi tubulus dengan plastik resin, atau (4) sealing tubulus dengan resin plastik.

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Instruksi & Perawatan Pasca Bedah Periodontal

Bila timbul pembengkakan dan ketidaknyamanan minum analgetika sesuai resep, hindari minum alkohol, kompres es selama 15 menit tiap 15 menit/1 jam. Bila terjadi perdarahan banyak hubungi dokter gigi. Hindari aktifitas yang berat, dianjurkan istirahat yang cukup pasca pembedahan. Dianjurkan untuk tidak mengunyah pada sisi yang dilakukan pembedahan. Penyikatan gigi dimulai esok hari setelah pembedahan kecuali bila dipasang pack periodontal. Dianjurkan peggunaan klorheksidin selama 2 minggu pasca pembedahan.

 

Komplikasi Pasca Bedah Periodontal

Bila terjadi perdarahan yang menetap, buka pack periodontal, cari sumber perdarahan, hentikan dengan tekanan atau alat bedah elektro, pasang kembali pack. Jika sensitif terhadap perkusi, timbul akibat perluasan inflamasi ke ligamen periodontal, maka buka pack, daerah terinfeksi didrainase, kalkulus dibuang.

Bila oklusi terhalang akibat pack berlebihan maka harus dkurangi. Bila adanya keluhan pembengkakan pada sisi yang baru dibedah, disertai pembesaran nodus limfe dan demam, itu umum terjadi karena reaksi inflamasi, reaksi tersebut akan hilang pada hari keempat setelah pembedahan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Newman, Michael G. 2006. Carranza’s Clinical Periodontology. 893-896 10th Ed, W.B Saunders Company Philadelphia.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: